sambutan hangat tikus kota pada sahabatnya
tikus desa yang mencoba peruntungan di kota
dengan selaksa mimpi dan harap di dada
gantungkan hidup dari tindakan nista
"Tapi.. bagaimana dengan para kucing
aku takut tertangkap dan mati tercabik cakar mereka"
gemetar bayangan tikus desa pada pemangsa
"tak perlu ragu dan bimbang saudaraku
semua kucing, pun harimau aku kenal baik
lagipula mereka adalah bagian dari sistem kerja kita"
mantap tikus kota, memupus gelap di mata
satu malam, satu minggu, bulan menjadi warsa
semua barang pernah mereka curi
semua jajanan pernah mereka cicipi
semua tempat sudah mereka jilati
berdua dalam keceriaan, tanpa noda duka
saat mereka melakukan malam itu, sungguh naas
sasaran rendang dapur restoran padang
bukan kucing yang biasa mereka jumpa
kucing yang biasa mereka sapa dan atur helai kumisnya
kucing desa yang sore ini sampai ke kota
tak tahu aturan dan negosiasi harga
mencabik mereka memburatkan dada
mengonggokkan mereka di sudut gelap kota
tanpa nama tanpa akhir bahagia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar