Satrio Amandiri

tentang mimpi dan kebahagiaan dalam goresan keyboard

Minggu, 18 Desember 2011

harap benak petani

apa pedulimu pada duniaku
apakah kamu tahu apa yang berharga bagiku
setiap keringat yang menetes dari keningku
apa pedulimu?

apa pedulimu pada mimpiku
harapan yang kusulam bersama merekahnya surya
dan kuakhiri dengan hadirnya senja
apa pedulimu?

dan saat semuanya kucurahkan dalam tiap bulir
rasa sayang padamu
pengharapan akan kesejahteraanmu
apakah kamu pernah berikan yang sama
paling tidak untuk sesamamu
apakah kamu rela membagi harimu
duniamu
alih-alih jiwamu

aku hanyalah sesosok gelap bercaping kusam
aku hanyalah lengan lemah yang mengolah tanah
aku hanyalah media dunia
media untuk memenuhi hasratmu
melalui tiap butir cintaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar