Satrio Amandiri

tentang mimpi dan kebahagiaan dalam goresan keyboard

Minggu, 18 Desember 2011

balada kumbang dan bunga

saat kumbang memutuskan pergi
bukan berarti sang bunga sudah tak lagi berarti
karena itulah jalan
takdir bahwa dia terlahir kumbang
bukan pula bukti dia mencintai kehidupan di taman lain
karena semua takkan pernah sama
itulah yang selalu bersemayam di benak kumbang
wangi kelopakmu
lembutnya durimu
dan serbuk sari yang memabukkan darimu
semua tak sama
tak seindah dirimu
tak sebahagia kebersamaan kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar