Satrio Amandiri

tentang mimpi dan kebahagiaan dalam goresan keyboard

Senin, 19 Desember 2011

Cengkeram dingin malam

Pagi ini semua berubah
saat kulalui sisi jalan yang selama ini kuhindari
padat, macet dan bau sampah
asosiasi buruk dipikiranku
adalah tempat itu

Pagi ini semua berubah
saat kusadari ada tatapan mata padaku
penuh harap dan gelisah
mengusik logika dipikiranku
siapakah pemilik mata itu

Pagi berikutnya semua berubah
saat tak lagi kutemui binar mata
disudut dan ditepi jalan
munculkan cemas dalam hatiku
kemanakah gerangan seseorang itu

Sejenak kuhentikan lajuku
kutanyakan kepada seorang tua disampingku
kemanakah bocah malang itu
namun hanya jawaban singkat yang kudapat
"malam tadi mati kelaparan"
sambil menunjuk badan yang terbujur kaku

Dunia berubah dimataku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar