Satrio Amandiri

tentang mimpi dan kebahagiaan dalam goresan keyboard

Rabu, 28 Desember 2011

Dua Ratus Lima Puluh Ribu

penumpang ketiga yang aku antar
jarak tak jauh seperti dua yang lalu
kukayuh penuh harap dan beban
bayangan gelisah penghuni rumah

besok pelunasan SPP sekolah
atau tidak ada nama dalam daftar
pagi tadi tidak ada yang diolah
diniatkan puasa karena terpaksa

dua ratus lima puluh ribu kukayuh
demi selembar kartu ujian
Dian kecil tidaklah bebal
hanya dana tiada berpunya

dua ratus lima puluh ribu kukejar
entah sanggup mengisi saku
hutang tetangga sudah menumpuk
takkan ada yang bisa dipinjam

gerimis menitik seolah tahu
gelisah rendah mengaduk hati
maafkanlah bapakmu anakku
tak mampu biayai ujian akhirmu

Tuhan,
usaikanlah saja hidupku
dalam celaka berbalut aspal
kutukar hidup dengan santunan
hingga anakku bisa ujian

dua ratus lima puluh ribu saja..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar