penumpang ketiga yang aku antar
jarak tak jauh seperti dua yang lalu
kukayuh penuh harap dan beban
bayangan gelisah penghuni rumah
besok pelunasan SPP sekolah
atau tidak ada nama dalam daftar
pagi tadi tidak ada yang diolah
diniatkan puasa karena terpaksa
dua ratus lima puluh ribu kukayuh
demi selembar kartu ujian
Dian kecil tidaklah bebal
hanya dana tiada berpunya
dua ratus lima puluh ribu kukejar
entah sanggup mengisi saku
hutang tetangga sudah menumpuk
takkan ada yang bisa dipinjam
gerimis menitik seolah tahu
gelisah rendah mengaduk hati
maafkanlah bapakmu anakku
tak mampu biayai ujian akhirmu
Tuhan,
usaikanlah saja hidupku
dalam celaka berbalut aspal
kutukar hidup dengan santunan
hingga anakku bisa ujian
dua ratus lima puluh ribu saja..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar