Satrio Amandiri

tentang mimpi dan kebahagiaan dalam goresan keyboard

Minggu, 05 Februari 2012

Sepenggal Janji

Jika janji telah terucap
meskipun hanya sepatah dua patah
jiwa kita telah terikat
ikutilah aku meski bukan yang terbaik
kusayangi kamu meski bukan yang tercantik

Janji telah terucap
dirimu milikku sepenuhnya
kuperjuangkan semua bahagiamu
percayalah dengan semua langkahku
hanya kebahagiaan yang kutuju

Jangan takut dengan hidup
percayalah dan aku akan kuat
jalan mungkin terasa terjal
namun satu yang kuminta
percayalah.. percayalah padaku
hanya dengan percayamu
kita rengkuh semua bahagia kita

Minggu, 29 Januari 2012

Nusantara Sejahtera

Alunan keroncong terdengar perlahan
mengiringi jamuan gerimis sore
hangatnya suasana melayangkan pikiran dan jiwa
tiga belas bulan dua sore pukul setengah lima

kompeni harus pergi
dan tak ada lagi penindasan bagi pribumi
tiga kepala telah sepakat bersatu
bugis jawa menggandeng tionghoa

tujuan utama adalah kesejahteraan
untuk seluruh nusantara
buruh hidup layak tuan tanah tak semena-mena
dan pasar kembali hidup bersama kemakmuran

negeri negeri kaya ini tak boleh lagi merana
kelapa, kedelai dan padi kita tanam
gula, tempe dan beras kita makan
biarlah mereka makan roti dan keju

tiga belas bulan dua menjelang petang
kapal dagang sudah bugis siapkan
tanah dan pasar sudah tersaji
dan keping emas akan diputarkan

nusantara sejahtera dambaan bersama
lautan dan selat siap mengabdi
kejayaan negeri sudah diambang mata
secangkir jahe hangat menjadi saksi

Rabu, 25 Januari 2012

Tugu Tani

Pagi ini sembilan nyawa melayang
delapan di jalanan sisanya menyusul di perawatan
embun pagi dan keringat menjadi saksi
kebiadaban yang menusuk nurani
saat jarum menari diangka 100
ditemani kelopak mata yang lelah
dilengkapi dengan kuasa butiran haram
sembilan harapan telah musnah
lenyap dihempas besi dan aspal
trotoar masih tempat aman
hingga semuanya berubah detik itu

Pagi itu mereka hanya ingin bergembira
menyepak bola dan melihat Monumen tercinta
kembali pulang membawa cerita untuk keluarga
namun sembilan cerita berubah menjadi duka
semua berawal dengan tabrakan
tabrakan berawal dari ketidaksadaran
ketidaksadaran berawal dari madat
madat yang mengalir semalam
mengalir kedalam darah dengan iringan asap
cukup dua butir dan segelas air
dan sembilan mimpi begitu saja berlalu

Pagi itu Tugu Tani menjadi saksi

Mau sampai kapan

Kekuasaan yang saat ini ada
Mudahnya mengatur semua
Bagaikan kuasa dalam telapak
Naik turun benar salah

Coba sejenak kau perhatikan
Mereka yang bisa kau permainkan
Menatap padamu penuh harap
Bermimpi dirimu menghilang lenyap

Entah sampai kapan
Pinjaman kuasa dan harta
Kau pertahankan bagaikan karang
Kekal dan melekat hingga akhir hayat

Mau sampai kapan
Rupiah dan emas engkau simpan
Tak rela berbagi memberi
Berpikir mati adalah tak pasti

Buas jiwamu melebihi binatang
Merenggut dan menguasai sendiri
Tak ingat sanak sepenanggungan
Kejar materi puaskan hati

Dengarkan hati kecilmu
bertanya-tanya dengan keras
meski tak pernah kau perhatikan
"Mau sampai kapan?"

Minggu, 01 Januari 2012

penuhilah mimpimu

Aku manusia bebas
bebas berbuat sesukaku
karena aku mampu
karena aku memilih begini
tekanan takkan merubah sikapku
karena sejak awal sudah kuputuskan
aku akan menjadi manusia bebas
bebas mengikuti takdirku
semua yang terbaca di telapak tangan
akan aku penuhi
ramalan tentang pemimpin
ramalan tentang kekayaan
semua adalah hak jiwaku
karena tergores di tangan kiriku
Aku mungkin akan menjadi saudagar
atau seorang penggembala di padang
bahkan seorang guru di suatu surau
membisikkan kebajikan-kebajikan

mungkin seperti inilah hidupmu
punyai puluhan mimpi dan gambaran
penuhilah, dan jangan sampai keraguan memupusnya
saat mereka meragukan, biarkanlah
karena mereka yang tidak percaya mimpi
karena mereka tidak berani mewujudkan
karena mereka trauma atas kegagalan
dan bukan takdirmu untuk menjadi sekutu mereka

hancurkanlah keraguan di benakmu
jika masih berharap kebaikan dari mimpi
dan tunjukkan pada dunia
bahwa ada yang berjuang pada impian
kehidupan yang lebih baik
dan tentu saja
hati yang lebih bahagia
saat langkah kita mengarah pada mimpi

Cinta Sampai Disini

Baru semua suasana hatiku
senin bulan pertama minggu kesatu
penat setahun lenyaplah sudah
terlarut dalam gempita rona tiga puluh satu
kisah lamaku tlah kuakhiri semalam
selama satu setengah warsa dalam kebimbangan
kuputuskan tak mengajaknya dalam kisah baru

cinta yang kami rasa adalah berbeda
lagipula, tak selamanya dia memikirkanku
berbeda dengan diriku padanya
ibarat cinta yang bertepuk sebelah tangan
semua yang kukorbankan tak berarti baginya
musnah terbakar ego dalam dunia kecilnya

tak ada yang harus disesali
karena dari awal aku tahu akan begini
dia bukan jodohku, atau diriku tak pantas disampingnya
meski kenangan kebersamaan kami akan selalu ada
dan tersisa sungging senyum di sudut pipi
saat kubelajar dari kebodohanku ini

aku tahu menyayangi tak harus bersama
terlebih rasa sayang itu sudah tak ada
kini tinggal diriku yang bertahta
melanjutkan hidup dengan bahagia
karena hidup harus terus berjalan
meski kadang tanpa sesuatu sebagai pegangan